Menagih Marwah Pendidik di Tenggah Arus Trasformasi

Table of Contents
Setalah membaca tulisan tema pendidikan zaman dulu dan zaman sekarang, rasanya mengelitik hati untuk ikut bersuara. Namun rasanya akan tidak terasa kelasnya bila saya hanya membahas hal yang sama.


Perubahan zaman tak hanya merubah gaya hidup seseorang menjadi lebih moderen saja, namun perkembangan zaman juga membawa perbahan dalam suasana belajar didalam kelas. Guru yang dulu menjadi panutan dan orang paling keren di muka bumi saat itu, kini tergantikan dengan cerita atau tokoh utama lain.

Perkembangan teknologi menjadi awal dari perkembangan zaman baik dari kemoderenan juga merubah pola pendidikan saat ini. Peran guru di dalam kelas tidak lagi hanya soal mengajar namun juga melengkapi administrasi sekolah, dan memenuhi standar pendidikan berupa konten-konten menarik terkait proses pendidikan yang sudah dilakukan di dalam kelas.

Pertanyaan sederhana dari proses ini adalah, apakah hal terpenting dari seorang pendidik? apakah hanya sebagai proses pembelajaran di kelas atau hanya sebagai penyedia layanan bimbingan belajar di dalam kelas?

Layaknya semboyan pendidikan kita yang berbunyi "Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani". Kita terlalu fokus dengan tut wuri handayani sehingga lupa akan dua sembohyan sebelumnya yang berbunyi ing ngarso sung tulodo dan ing madyo mangun karso kedua sembohyan ini merupakan pondasi penting dari seorang pendidik.

Ing ngarso sung tulodo yang memiliki arti "di depan, seorang guru harus memberikan contoh atau teladan yang baik". Sehingga sebagai pendidik hendaknya mampu menjadi panutan atau role model tak hanya bagi siswa namun juga lingkungan sekitar.

ing madyo mangun karso yang artinya "di antara atau ditenggah murid seorang guru hendaknya menciptakan prakarsa atau ide dalam membangun semangat belajar". Sehingga tidak hanya menjadi contoh dalam hidup namun juga harus mampu menciptakan ide-ide yang nantinya mampu memotivasi peserta didik untuk terus tumbuh dan berkembang.

Zaman moderen ini sudah banyak mengeser selogan dan makna dari belajar itu sendiri. Banyak dari pendidik juga tidak lagi memikirkan citra diri dihadapan para siswa bahkan kalayak umum, tak banyak pula kita jumpai di media sosial bagai mana kehidupan seorang guru yang mengenakan pakaian yang berbanding kebalik ketika berada diluar sekolah.

Pengunaan bahasa yang kurang sopan saat berada di luar sekolah atau bahkan saat berselancar di media sosial. Lantas apakah pendidikan dulu dan sekarang masih mau disamakan, yang mana dulu guru disegani baik di dalam kelas sampai luar kelas. 

Rotan yang dulu menjadi alat mendisiplinkan murid sudah menjadi saksi bisu bagai mana tak ada dendam ketika itu menjadi alat mendisiplinkan murid. Sekarang berbanding terbalik, kita bisa lihat beberapa kasus viral belakangan ini terkait mendisiplinkan seorang guru dapat dituntut oleh orang tua siswa dan meminta ganti rugi uang puluhan juta.

Trasformasi pendidikan harus terus terjadi namun nilai-nilai pendidikan dan apa yang menjadi filosofi pendidikan kita hendaknya tidak luntur oleh zaman, sebab kita merupakan bangsa yang memiliki prinsip hidup yang luar biasa dalam keramah tamahan dan sopan santun.

Tak ada yang salah dari transformasi namun perlu bagi kita menjaga nilai-nilai pendidikan yang itu agar tetap menjadi patokan awal seorang pendidik, sebab pendidikan disekolah bukan dimulai dari siswa namun dari seorang pendidik, kata-kata sakti yang sampai sekarang selalu mengisi pikiran saya dan tak pernah bisa saya lupakan adalah "Guru kencing berdiri, murid kencing berlari". 

Ibarat guru melakukan kesalahan atau keburukan kecil bisa jadi siswa mengikuti dan lebih dari keburukan kecil yang sudah kita perbuat, dan sebaliknya saat kita melakukan kebaikan atau perbuatan positif yang kecil bisa jadi siswa akan melakukan dua kali lipat kebaikan yang sudah kita lakukan.

Wah ternyata tak terasa tulisan ini menjadi muter kesana kemari membahas suatu hal yang mengisi pikrian saya tengah malam ini, kritik dan saran akan saya terima jangan lupa tinggalkan di kolom komentar. Terimakasih

Posting Komentar